Thursday, November 8, 2012

PIJAR HEROIK #1


PIJAR HEROIK #1

Genre : Kumpulan kisah nyata tentang perjuangan Ibu
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Penerbit Harfeey
ISBN : 978-602-18917-0-4
Tebal : 165 Hlm; 14,8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp40.000,- (Untuk seluruh kontributor, diskon 20% setiap pembelian bukunya)

SINOPSIS

Bukan sekedar kisah yang merangkum sosok renta yang gemar mengumpulkan karet gelang dan kantong kresek bekas di gantungan rak. Bukan juga sebatas cerita tentang keceriwisan perempuan paruh baya yang terpusing-pusing karena melakoni multyjob dalam sisa hidupnya.

Lebih dari itu, “Pijar Heroik” menampilkan sosok bunda dengan beragam kekuatannya, bahkan lebih dari ayah. Tentang ia yang bisa mengangkat satu karung penuh berisi padi atau rumput, meski harus berjalan terhuyung karena ringkih tubuhnya berontak dengan berat yang dibebankan. Juga ia yang bertelanjang kaki menapaki seng-seng panas demi bertarung mengalahkan kepongahan matahari yang harus ditaklukannya, berharap sesuap nasi bagi sang buah hati. Atau ia yang rela memangkas jam tidurnya, hanya agar anggota keluarga tak merasa kekurangan satu hal apa pun dalam melewati hari.

“Pijar Heroik”, berkisah tentang ia. Seorang ibu yang kerap merendahkan diri, demi meninggikan anak-anaknya, agar dapat hidup berkelayakan. Meski raganya terkikis habis setiap detik, ia tetap abai, asal si jantung hati bisa menikmati hangat pijar darinya. Bahkan meski pijar itu memakan tubuhnya hingga mematikan, bunda tetap bertahan hingga titik terang penghabisan.

Penulis Kontributor :
Boneka Lilin, Fitria Widaswari, Lamia Melodi, R. Maryana, Rohmatin Nur Dhuha, Mukti Hening Pratiwi, Lestari Lasma Sibarani, Melfar, Atjie T.S. Baruwati, Endang SSN, DP. Anggi, Achmad A. Arifin, Isna Noor Fitria, Naelil, Nheryn Richa, Ismi Dita Muniroh, Tomy M. Saragih, Nurul Kartikaningsih, Dwitya Sobat Ady Dharma, Azzahra Senja, Bintang Khawarizmi, Dien Ilmi, Bondan Al-Bakasiy, Jioo Erhyria, Rahel Simbolon, Rizqia Urfa, Siti Nur Hasanah, Anung D'Lizta, Zuhroh Astie, Ratih Indri Hapsari, Imas H.M, Muhammad Zuhri Anshari, Vinny Erika Putri, Esa Pelangi Senja.



Buku inspiratif ini sudah bisa diorder melalui inbox FB Penerbit Harfeey, para kontributor, atau sms ke nomor 081904162092. Mari membaca kisah tentang sosok heroik sepanjang masa! :)



Yuk Mendongeng!


Judul : Yuk Mendongeng 2012
Pengarang : Nenny Makmun, dkk
Ukuran : 14 cm x 20 cm
Tebal : vi + 158 hlm
Harga : 38.000

CARA PEMESANAN :
Ketik: YM 2012# NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH # NO TELP
Kirim ke : 082333535560
Nanti Anda akan mendapatkan SMS No.Rek dan jumlah yang harus dibayarkan.

Yuk Mendongeng
Dunia anak yang penuh imjinasi tertuang dalam tulisan dongeng anak flash fiction Yuk Mendongeng 2012 ini.
Dongeng mengalir dari berbagi jenis dan banyak penulis dongeng yang ternyata tidak kalah menarik dari cerita-cerita pendongeng besar HC Andresen.
Berbagai kisah tertuang dari beragam cerita fabel, clasicc story, princess story, tools story bisa menjadi sumber untuk menina-bobokan putera-puteri Bunda dan adik-adik kecil kita.
Ada kisah raja hutan yang bijaksana, tetapi sayang adiknya tidak mencontoh sikap kakaknya, hingga sesuatu ada yang membuatnya tersadar. Kisah yang menarik untuk disimak.
Kisah jamur merang yang merasa putus asa karena merasa menjadi mahluk yang paling malang, sehingga berprasangka buruk pada Sang Pencipta.
Juga kisah seekor puteri yang memiliki pendengaran super walau kondisi telinganya seperti cacat dan berkeinginan menjadi normal tetapi kehilangan kelebihannya. Bagaimana kisah selanjutnya ketika kesempatan untuk menjadi normal datang?
Ada 42 dongeng yang bisa kita kisahkan dan akan banyak membawa pesan moral. Sangat baik untuk si kecil. Nikmati kebersamaan dengan buku Yuk Mendongeng 2012.


Penulis :
Eka Bunda Walady, Agustina Dewi, Yuni Retnowati, Lisa Irmaria, Fenny Wahyuni, Syifa Yulia, Riska Novitha, AnisaAe Kepompong, Risalah Kerinduan, Bintang C Nurani, Risa Mutia, Mifta Resti, Khoirunnisa Bintsyaban, Dewi Mora Rizkiana, Rizkiyah Laili Fitri, Laila Karina II, Askar Marlindo, Melan Mahardika, Meliana Levina Prasetyo II, Angger Minerva, Kartika Nurazmi, Henriska Ruli Granger, Deddy Ibnu Hs Setiawan, PoeTri ShmiLy Vibria, Rusmin Nuryadin Abizz, Arinda Shafa, Nesha Mutiara, De Lizta, Asni Ahmad Sueb, Andalusiana Cordoba, Tomy Hadi Saputra, Abu Hassan AbdurRahman, Rahel L. Simbolon, Awiek Libra, Kamiluddin Azis, Fitri Laily, Dedek Fidelis Sinabutar, Bayu Rhamadani W, Ganda Rudolf, Atikah Azzahra, Irka Maharani, Rescue Iffah, Asep Fauzi Sastra, Winna Oktafianty, Heru Patria, Bunda Alvin, Benedicta Rizma Herdiyanti, Setya Ai Widi, Nenny Makmun dan  Ocha HermiAnie Granger.

AKSI PARA HANTU

TELAH TERBIT...!!!

Judul : Aksi Para Hantu
Penulis : Anung D'Lizta, Avet Batangprana, Rahel Simbolon dkk
Penerbit : deKa Publishing

ISBN 978-602-18496-6-8
Tebal : v + 108 hlm. ; 13 x 19 cm
Harga : Rp 30.000,- (belum termasuk ongkir)

Sinopsis :
Dunia hantu semakin heboh dengan ulah para hantu yang galau. Para iblis dan setan juga ikutan resah. Karena sekarang manusia lebih hebat tipu musilhatnya. Setan bingung untuk menyesatkan manusia karena sebelum para setan beraksi manusiai terlebih dahulu mengungguli aksi mereka.
Berbagai kisah hantu ini terkemas lucu dan unik. Tuyul dipenjara karena mencuri uang pejabat yang korupsi. Iblis pun kapok tak mau menggoda manusia. Aneka hantu seperti Kuntilanak, Wewe Gombel, Genderuwo, Pocong, Suster Ngesot dan aneka cerita menarik lainnya.
Mau tahu aksi para hantu? Di sinilah semua kisah dikupas secara detail.

***

Cara pemesanan dengan SMS, ketik :
APH # NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP - KODEPOS # JUMLAH BUKU # NO. HP
kirim ke 083879804181.

********

Harga Kontributor (Disc 20%, belum termasuk ongkir) :
Rp. 24.000,- per buku.


Wednesday, July 4, 2012

When You Believe

There can be miracles.
When you believe.
“Akan ada keajaiban ketika kau percaya”. Lagu "When You Believe" yang dipopulerkan oleh Mariah Carey, Whitney Houston & David Archuleta ini adalah the most favorite song buat kehidupan saya pribadi. Liriknya benar-benar kuat, menyentuh, dan memotivasi. Rasanya semangat yang hampir pudar seakan kembali lagi saat mendengar lagu ini. Sering saya merasa harapan dan mimpi saya sulit untuk tercapai apalagi di tengah banyaknya orang yang sering membuat saya patah semangat “Sudahlah! Untuk apa bermimpi terlalu tinggi, nanti kamu bisa jatuh kalau kamu tidak bisa mendapatkannya”. Inilah kalimat yang sering membuat saya putus asa dan berhenti untuk bermimpi bahkan berdoa. Terkadang saya jadi sering tidak percaya dengan Tuhan saat doa yang saya naikkan berulang kali tidak ada jawaban, padahal saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah tidak memberikan jawaban. Tapi semenjak saya mendengar lagu ini, pola pikir dan kehidupan saya mulai berubah. Saya semakin percaya bahwa keajaiban itu nyata. Cukup dengan percaya sekalipun sulit rasanya untuk mempercayai dan meyakininya. Pada akhirnya saya harus mengakui bahwa lagu ini benar-benar menginspirasi saya untuk terus berjuang menghadapi badai kehidupan yang akan terus terjadi di hari-hari kedepan. Lagu yang memberikan kesan yang dalam yang membuat saya akhirnya menganggap lagu ini sebagai lagu yang benar-benar mewakili diri serta kehidupan saya.

Tuesday, July 3, 2012

Suka Duka Anak Pertama


Aku terlahir sebagai anak pertama dalam sebuah keluarga kecil, dimana aku memiliki Mama , Bapa dan adik yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah. Berbicara mengenai anak pertama tentunya berbicara mengenai ketidakadilan yang sering digaung-gaungkan oleh sang adik. “Kok kakak terus yang duluan? Mama pilih kasih ah, mentang-mentang kakak anak pertama, kepentingan kakak trus yang didahuluin”. Begitulah sekilas yang sering aku alami tatkala aku meminta sesuatu dan Mama mengabulkannya. Memang menjadi anakpertama terkadang menyenangkan, namun saat sang adik tak suka dengan keberadaan kita tentu saja membuat kita merasa asing berada di dalam rumah itu. Padahal untuk urusan pendidikan, aku sudah berusaha untuk mengalah sejak aku masih duduk di bangku sekolah hingga sekarang aku duduk di bangku perguruan tinggi. Hanya saja sekali aku meminta, apa yang kuminta benar-benar sulit untuk didapatkan dan jika dikaitkan dengan materi, apa yang kuminta seringkali bernilai mahal. Untuk urusan pendidikan, aku selalu mengalah dengan lebih memilih sekolah negeri sementara ia bersekolah di sekolah swasta. Bahkan sampai saat ini, ia lulus dari SMA Swasta, sementara aku, sejak SMA hingga sekarang, aku duduk di bangku milik Negeri.
Sisi pedih yang juga kualami dengan statusku sebagai anak pertama ialah saat kedua orangtuaku menuntutku untuk melakukan hal yang lebih. Mereka menuntutku untuk bisa menjadi pribadi yang luar biasa. Sedikitpun aku tak boleh memiliki celah sekalipun aku katakan bahwa kapasitasku juga terbatas. Sementara adikku, kehidupannya jauh lebih bebas, tanpa tuntutan, dan tanpa tekanan. Sampai-sampai aku sering menyatakan bahwa aku benci dengan statusku. Aku juga ingin memiliki contoh, memiliki teladan , memiliki kakak ataupun abang yang bisa melindungi dan mengajariku dan aku ingin sekali lepas dari tekanan-tekanan itu. Setiap kali aku melihat dua orang kakak beradik yang tampak saling mengasihi, aku selalu iri, terlebih jika aku mendengar temanku yang sebaya denganku memiliki kakak yang selalu bisa melindungi dan mengasihinya. Memang tak ada pilihan yang tak memiliki sisi positif dan sisi negatif. Menjadi anak pertama memang menyenangkan, karena anak pertama-lah yang sering dimuliakan atas kedatangannya yang perdana. Namun di balik kesenangan itu, ada sisi pedih  yang tentunya sering dialami oleh anakpertama, yaitu menjadi luar biasa. Tuntutan untuk luar biasa adalah hal yang seringkali menjadi tekanan dan bagi pribadiku sendiri, tuntutan untuk luar biasa adalah tekanan yang sangat menyengsarakan. Tetapi itu semua kembali pada diri kita masing-masing. Setiap orang memiliki hidup dan pendapat yang berbeda. Jika saya berpendapat seperti ini, belum tentu orang lain berpendapat demikian. Akhir kata, apapun status anda, baik anak pertama, anak tengah, ataupun anak bungsu, jadilah anak yang membanggakan untuk dunia sekitar anda.

" Tulisan ini diikutsertakan pada Hajatan Anak Pertama yang diadakan oleh Sulung Lahitani "